WELCOME

Selamat datang di Blog kami, semoga bermanfaat untuk semua remaja. Salam Remaja !!!
Kami bukan lebih tau, tetapi kami siap menjadi tau.
Kami bukan yang terbaik, tetapi kami akan memberikan yang terbaik.
Kami bukan siapa-siapa, tetapi kenalilah kami....!!!

Senin, 27 Februari 2012

Membersihkan Sampah Kehidupan


Saat tinggal di Vancouver, saya selalu menjumpai semacam ritual setiap musim panas tiba. Pada musim itu, sering digelar garage sale. Banyak keluarga berusaha membersihkan gudang dan seluruh rumah mereka dari barang-barang yang sudah tidak berguna lagi.
Barang-barang yang tak terpakai lagi itu dikumpulkan dan 'dibuang' dengan cara dijual di depan garasi mereka. Biasanya, barang-barang yang dijual itu pun masih dalam kondisi bagus. Tentu saja, bagi pemiliknya, barang-barang itu sebetulnya mengganggu dan hanya sampah.
Dalam kehidupan kita pun, banyak sampah yang tanpa sadar terus-menerus kita timbun. Tanpa sadar, sampah itu mulai mensabotase hidup Anda. Saya mempunyai satu saran untuk dilakukan. Agendakan waktu Anda beberapa hari dalam satu tahun untuk melakukan pembersihan sampah kehidupan Anda. Manfaatnya bakalan luar biasa. Stres akan berkurang. Hidup terasa lebih nyaman. Laju produktivitas Anda juga meningkat.
Sebelumnya, Anda perlu memahami beberapa sampah dalam kehidupan Anda. Lalu seleksilah dan kemudian buanglah. Saya menyarankan minimal ada enam sampah kehidupan yang layak disikapi.
Sampah pertama? Jelas, yakni barang-barang di sekitar Anda. Barang-barang yang telah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun. Barang-barang itu teronggok dan jarang dijamah lagi.
Barang-barang itu biasanya Anda pikirkan sebagai suatu yang sayang kalau dibuang. Tapi, Anda sama sekali urung untuk menyentuhnya. Seperti kertas atau brosur yang terserak di meja atau rak-rak buku. Anda pikir semua itu masih berguna nantinya. Tapi, dalam praktik, Anda tidak pernah menyentuhnya. Akhirnya, kertas itu menumpuk dan menyatu dengan debu dan menimbulkan kesan tidak nyaman.
Selain itu, perhatikan juga barang-barang yang sudah rusak atau produk yang sudah melewati tenggat waktu kadaluarsa. Termasuk barang-barang yang sebenarnya sudah tidak Anda gunakan lagi, tetapi dirasa sayang kalau dibuang. Seperti tumpukan baju mahal yang teronggok di dalam lemari. Bersikap dan berpikirlah realistis. Ada barang yang mungkin seumur hidup Anda, tidak akan berguna lagi.
Daripada menggunung dan mengganggu, buanglah jauh-jauh barang tersebut. Biarkan ruang hidup Anda terasa plong dan berudara nyaman. Situasi ini bisa meningkatkan produktivitas Anda. Anda tidak perlu berlama-lama mencari barang karena begitu banyaknya tumpukan barang tak berharga tergeletak dan menyatu dengan debu.
Sampah kedua adalah zat-zat tidak berguna di dalam tubuh. Ini pun perlu Anda bersihkan. Tak jarang, karena pola makan dan hidup tidak teratur, tubuh kita menimbun tumpukan zat-zat yang mengganggu kesehatan.
Perlulah Anda mengeluarkan zat-zat itu dengan rajin berolahraga atau pun mengalami proses detox. Proses ini merupakan upaya mengeluarkan berbagai racun dan sampah dalam tubuh. Detox tidak perlu mahal. Ada satu jenis detox murah dengan rajin mengkonsumsi buah-buahan atau jus segar selama beberapa hari.
Sampah ketiga adalah sampah-sampah dalam relasi sosial kita. Sebagai mahkluk sosial, kita membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Tapi, ada saatnya kita memberikan evaluasi pada orang-orang di sekeliling kita. Kita tidak membuang mereka. Robert Kiyosaki, penulis terkenal mengatakan, "...kita perlu mengambil jarak dengan mereka yang bisa mencuri mimpi kita..." Mereka mengondisikan kita tidak berhasil dari perwujudan mimpi-mimpi itu.
Menjauhi tidak selalu berarti fisik. Nah, Anda mencoba mengambil jarak dengan situasi yang gemar meremehkan, membuat Anda tidak bersemangat, patah arang, atau terdemotivasi. Kita sebaiknya sadar dan waspada pada kondisi ini.
Sampah keempat adalah sisa-sisa masa lalu yang menjadi penghambat kehidupan kita sekarang. Sampah itu bisa berupa luka-luka batin yang masih terus-menerus dan kita bawa hingga sekarang. Akibatnya menjadi beban yang luar biasa beratnya.
Ini bisa berupa sampah-sampah sisa kejayaan masa lampau yang terus-menerus kita bawa terus sebagai nostalgia tanpa mau meningkatkan diri. Kita terbekap pada romantisme masa lalu. Ada seorang artis tua yang setiap saat selalu menyombongkan kejayaannya. Tapi, tidak mengembangkan diri pada saat sekarang. Akibatnya? Ia tersisihkan.
Sampah kelima adalah sampah pikiran kita. Banyak pikiran yang membentuk kehidupan Anda sekarang. Di antara pikiran itu ada yang Anda warisi dan ada pula yang Anda pelajari. Ada yang bagus, tetapi ada pula yang menghambat. Sadari sampah pikiran itu, dan belajarlah membuangnya. Katakan lagi kepada pikiran itu dengan pikiran lain yang menurut Anda lebih memberdayakan.
ntuk membuang sampah pikiran ini, ada baiknya Anda mengambil waktu untuk rileks atau bermeditasi sejenak. Renungkan keyakinan dan nilai-nilai yang Anda hayati. Cek lagi mana yang baik dan mana yang membuat hidup Anda makin keropos.
Akhirnya, sampah terakhir atau keenam adalah sampah dosa kita. Timbunan dosa kita bisa membuat kita terjerat. Efeknya bisa sampai pada kehidupan kekekalan kita. Sesekali ada baiknya kita menilai pula apa hal-hal keliru dan 'dosa' menurut keyakinan kita yang masih terus-menerus kita nikmati.
Dalam prayer therapy dikatakan dosa dan dilema atas kesalahan melawan hati nurani, akhirnya akan menghambat laju kehidupan kita. Ada pemikiran menarik pula, jangan sampai dosa menghambat rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita.
Semoga dengan membersihkan sampah kehidupan kita, hidup kita menjadi lebih bersemangat, lebih damai, dan lebih optimal. Kebersihan benar-benar pangkal kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan batin kita. Awalilah dari rumah Anda! (Irwansyah)

Sabtu, 11 Februari 2012

BAHAYA PORNOGRAFI UNTUK ANAK


Semakin berkembangnya era informasi membuat kita sebagai orangtua harus ekstra waspada terhadap bahaya pornografi yang bisa meracuni anak-anak kita. Seperti kita ketahui, dengan keberadaan internet, pornografi kini tak hanya dapat diakses dari media print saja, namun juga dari internet, dimana media ini seringkali luput dari pengawasan orangtua.



Sebuah riset menunjukan bahwa sejak kehadiran internet, usia rata-rata anak mulai mengenal bentuk pornografi adalah 8 tahun. Padahal sebelum keberadaan internet mereka baru mengenal pornografi melalui media print berkisar antara 11 hingga 13 tahun. Parahnya, jika pornografi dibiarkan meracuni anak-anak kita, maka bahaya yang ditimbulkan pun akan semakin besar. Agar anda lebih waspada, berikut beberapa dampak pornografi yang bisa membahayakan anak-anak kita:



Anak-anak mulai melakukan aktifitas seksual
Sifat dasar anak-anak adalah meniru. Mereka akan meniru apapun yang dilihat nya. Jika pornografi meracuni mereka, bukan tak mungkin mereka akan melakukan aktifitas seksual yang mereka lihat kepada anak yang lebih muda, bahkan teman sebayanya yang lebih lemah. Jika hal tersebut dibiarkan, anak bisa menjadi pelaku kekerasan seksual anak-anak, dimana hal ini biasanya disebabkan oleh 2 simultan yaitu pengalaman dan exposure.

Tindakan seksual
Dampak pornografi bagi banyak orang yaitu menyebabkan kecanduan dan sifat progresif. Pengenalan pornografi pada usia dini berdampak pada semakin besarnya kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan seksual yang tidak semestinya, misalnya pemerkosaan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa 1 dari 3 pelaku pelecehan seksual dan pemerkosa anak disebabkan oleh seringnya mereka melihat pornografi, baik melalui film, internet, majalah, video, dan sebagainya. Semakin sering seseorang melihat pornografi, semakin rendah kepuasan yang mereka dapatkan terhadap bentuk pornografi ringan, akibatnya mereka akan mencari lagi kepuasan yang lebih besar, dan bisa saja kepuasan tersebut berbentuk kekerasan seksual.



Kecenderungan melakukan pelecehan seksual
Mengenal pornografi terlalu dini juga dapat membuat seseorang melakukan kejahatan seksual seperti pelecehan seksual.  77% pelaku pelecehan terhadap anak laki-laki, dan 87 % pelaku pelecehan terhadap anak perempuan mengaku kebiasaan melihat pornografi lah yang mendorong tindakan kriminal mereka.

Menangkap pesan yang salah
Pornografi bisa menimbulkan pesan yang salah bagi generasi muda terhadap hubungan antar mereka kelak. Mereka akan beranggapan bahwa kasih sayang antara ia dan pasangannya diukur oleh kepuasan seksual yang bisa mereka raih. Hal ini disebabkan sifat pornografi itu sendiri yang memaparkan seksualitas tanpa pertanggungjawaban.

Meningkatnya jumalah kehamilan usia dini
Tindakan seksual yang disaksikan anak, serta dorongan seksual yang secara alamiah dimiliki anak, akan membuatnya penasaran untuk kemudian melakukan sendiri tindakan seksual tersebut. Jika hal ini terjadi, kehamilan diluar nikah pada usia dini sangat mungkin terjadi.



Sebuah penelitian penyebutkan bahwa anak laki-laki yang ter-ekspos oleh pornografi sebelum usia 14 tahun akan lebih aktif bahkan kecanduan seks saat dewasa nanti. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa diantara 932 pecandu seks yang di teliti, sebanyak 90% laki-laki dan 77% perempuan mengakui bahwa pornografi berperan besar pada kecanduan mereka.



Begitu bahayanya pornografi, yang bukan hanya bagi anak anda saat ini, namun juga bagi kehidupan mereka mendatang, maka dibutuhkan pengawasan dari anda, agar anak-anak anda tidak teracuni dengan pornografi di usia yang tidak seharusnya. Jadi mulai sekarang, dampingi putra-putri anda saat hendak menonton televisi, bermain internet, ataupun memilih bacaan untuknya.

8 FUNGSI KELUARGA






  1. Fungsi Keagamaan
Fungsi ini untuk membangun insan yang agamis yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Fungsi ini dimungkinkan untuk dijalankan oleh setiap keluarga karena pada kenyataannya di samping agama sudah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia juga adalah sebagai landasan idiil Negara kita pada sila pertama. Contoh : Iman, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesholehan , ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab terhadap anak. 

2. Fungsi Sosial Budaya
Fungsi ini merupakan fungsi pelestarian budaya bangsa melalui keluarga dimana dari fungsi ini mencerminkan tingkah laku suatu bangsa. Contoh : gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan, dan sebagainya

3. Fungsi Cinta Kasih
Fungsi ini merupakan suatu perwujudan bahwa pada hakekatnya manusia haruslah mencintai dan mengasihi sesame anggota keluarga dan kemudian untuk mengasihi masyarakat dimana mereka berada. Contoh : empati, akrab, adil, pemaaf,, setia, pengorbanan, suka menolong, tanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan
Fungsi ini harus diciptakan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan keluarga. Contoh : aman, pemaaf, tanggap, tabah. 

5. Fungsi Reproduksi
Fungsi ini adalah suatu fungsi yang hakiki karena manusia harus dapat melanjutkan keturunannya dan yang diharapkan adalah keturunan yang berkualitas.

6. Fungsi Sosialisai dan Pendidikan
Fungsi yang dipersiapkan sebagai generasi yang lebih baik dengan diperkenalkan Bina Keluarga Balita.

7. Fungsi Ekonomi
Upaya yang dilakukan dalam memberikan suatu kegiatan yang bersifat ekonomis yang sangat produktif untuk, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan sebagai wahana pendidikan pada keluarga . Contoh :hemat, teliti, disiplin, peduli, ulet,

8. Fungsi Pelestarian Lingkungan
Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup yang sejuk dan penuh keindahan yang tidak terlepas dari keberhasilan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk.